Kenapa Terjadi Kesemutan Pada Tubuh? Ini Penyebabnya

Penyebab Kesemutan
Kesemutan pada kaki
Cecepsuparman.com - Kesemutan, atau para medis menyebutnya sebagai Parestesia merupakan sensasi geli atau mati mati rasa pada bagian anggota tubuh tertentu, misalnya tangan dan kaki. Kesemutan ini biasanya terjadi secara tiba-tiba pada bagian kaki dan tangan. Rasanya itu seperti ditusuk-tusuk jarum kecil.

Hampir setiap orang pernah mengalami sensasi kesemutan ini. Sebagia besar orang menyebutnya sebagai kesemutan. Kenapa disebut kesemutan? Yaa karena sensasi yang dirasakan mirip seperti digerayangi oleh rtusan semut di bawah kulit kita.

Memang kesemutan ini tidak menimbulkan rasa sakit yang minta ampun, tapi tentu saja akan membuat kita tidak nyaman, bahkan akan membuat kita susah bergerak. Dengan demikian, sensasi kesemutan ini sangat mengganggu aktivitas kita.

Yang anehnya lagi, sensasi kesemutan ini bisa secara perlahan hilang dengan cara menggoyangkan kaki sebentar saja, atau hanya sekedar meluruskan kaki dan tangan. Sebenarnya apa sih yang dimaksud dengan kesemutan itu.

Kesemutan adalah kondisi yang dialami setiap orang ketika saraf di bagian tangan dan kaki menerima tumpuan tekanan berat dalam waktu yang cukup lama. Nah biasanya kesemutan ini terjadi di bagian-bagian tubuh yang sering kita gunakan untuk menjalani aktivitas sehari-hari, misalnya kaki, lengah, maupun tangan. Selain itu, berlutut, duduk bersila atau tidur bersidakep terlalu lama juga akan menyebabkan sensasi yang tak mengenakan ini.

Penyebab kesemutan

Peyebab utama dari kesemutan adalah karena saraf terjepit dalam waktu yang cukup lama. Sementara itu, tubuh manusia manusia memiliki miliaran saraf yang berfungsi sebagai jalur komunikasi dari otak dan tulang belakang ke seluruh tubuh. Nah ketika tangan dan kaki kita menerima banyak tekanan dalam waktu lama, maka saraf-saraf yang berada di tangan dan kaki akan terjepit.

Saraf yang terjepit ini akan mengakibatkan otak kita kekurangan informasi mengenai sensasi indra peraba yang diharapkan datang dari kumpulan saraf tersebut. Selain itu, tekanan yang disebabkan oleh tekanan berat ini juga akan membuat pembuluh darah terhimpit. Sementara pembuluh darah ini berfungsi untuk menyokong kerja kumpulan saraf-saraf tersebut.

Karena pembuluh darahnya terjebit, saraf-saraf ini juga tidak bisa menerima darah dan oksigen yang dibutuhkan dari jantung. Hal ini akan menyebabkan terblokirnya pesan sensorik saraf. Akibatnya angota tubuh yang bermasalah ini akan terasa seperti mati rasa.

Selain karena saraf yang terjepit, kesemutan biasanya juga terjadi karena adanya kondisi lain yang bisa menyebabkan kondisi ini, misalnya karena gigitan serangga, racun alergen dalam makanan laut, sakit kepala migrain, atau terapi radiasi.

Konsumsi minuman beralkohol juga bisa menyebabkan sensasi kesemutan. Bahkan kekuragan gizi seperti vitamin B-12, kalium, kalsium dan Natrium dalam tubuh juga bisa menyebabkan hal ini terjadi.

Kadang-kadang cedera tertentu juga bisa menyebabkan timbulnya sensasi kesemutan, misalnya cedera saraf leher atau hernia tulang belakang. Peradangan atau pembengkakan sumsum tulang belakang atau otak juga bisa memberikan tekanan pada satu saraf atau lebih.

Tahap Kesemutan

Ternyata kesemutan ini tidak terjadi secara sekaligus, tapi ada tahapannya. Secara umum ada tiga tahapan kesemutan. Tahap pertama terjadi di menit ke-1 hingga ke-4 setelah tangan atau kaki menerima tekanan berat. Tahap ini disebut sebagai tahap kompresi menggelitik. Tahap pertama ini bisa digambarkan seperti luapan busa minuman soda yang terasa sama, atau seperti degungan.

Tahap kedua biasanya muncul di 10 menit setelahnya. Tahap ini disebut sebagai mati rasa. Sensasi kebas ini akan terus berlangsung selama saraf dan pembuluh darah tubuh masih tertekan atau terjepit. Dari sini kita sudah mulai merasakan awal mula dari kesemutan.

Ketika itu, kita menggerakkan tubuh kita dan akan membuat sara-saraf dan pembuluh darah bebas. Pada kondisi ini kita akan merasakan sensasi seperti ditusuk jarum yang menggelitik dan geli mengganggu.

Sensasi kesemutan ini disebabkan oleh proses saraf perifer yang bekerja untuk mengirimkan pesan rasa sakit ke otak. Sementara saraf-saraf lainnya seperti saraf yang berfungsi mengatur suhu tubuh memerlukan waktu lebih lama untuk bisa kembali pulih. Kesemutan ini akan hilang secara perlahan, tapi biasanya kita tidak tahu kapan sensasi ini bisa kembali normal.

Cara mengatasi kesemutan

Sensasi kesemutan ini bisa kita atasi dengan cara mengangkat tekanan dari bagian yang terpengaruh. Misalnya kita berdiri dan jalan-jalan sebentar setelah lama duduk bersila. Atau kita juga bisa menggoyang-goyangkan tangan jika kesemutan terjadi pada tangan.

Kesemutan yang harus diwaspadai

Sensasi kesemutan ini biasanya terjadi hanya sementara waktu. Tapi ternyata banyak kasus yang menyebabkan sensasi kesemutan ini menimbulkan kondisi medis yang berat, kambuhan, bahkan kronis. Kesemutan yang sudah kronis biasanya akan diikuti oleh gejala lainnya seperti nyeri, gatal, dan kelemahan otot.

Dari sini kita bisa tahu bahwa kesemutan bisa menjadi tanda apakah ada saraf yang mengalami kerusakan. Kerusakan saraf ini terjadi akibat berbagai kondisi medis yang mendasarinya, mialnya kejang, cedera traumatik atau berulang, infeksi virus atau bakteri, dll.

Gejala seperti ini disebut sebagai neuropti perifer. Terdapat lebih dari 100 jenis berbeda dari neuropati perifer. Seiring berjalannya waktu, kondisi ini bisa semakin parah dan bisa menyebabkan penurunan mobilitas hingga disabilitas. Sensasi kesemutan ini juga bisa menjadi pertanda awal dari beberapa penyakit autoimun dan turunan.

0 Response to "Kenapa Terjadi Kesemutan Pada Tubuh? Ini Penyebabnya"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel