Penggolongan Materi Beserta Sifat Fisika Dan Kimia Materi - Kimia Itu Mudah

Penggolongan Materi Beserta Sifat Fisika Dan Kimia Materi


Cecepsuparman.com - Apa yang terbenak dalam kepala kalian ketika mendengar kata 'kimia'? Mungkin sebagian besar dari kalian akan berpikir bahwa kimia itu rumit. Ngaku aja deh? Jangankan kalian, saya sendiri juga berpikir begitu ketika pertama kali mendengar kata kimia.

Sebagian besar orang juga menganggap kalau ilmu kimia itu biasa dikerjakan di laboratorium oleh seseorang yang mengenakan jas putih dan mempelajari sesuatu di dalam tabung reaksi. Gambaran kalian mengenai hal itu wajar. Sebab sebagian ilmu kimia adalah ilmu percobaan dan sebagian besar pengetahuannya diperoleh dari penelitian di laboratorium.

Akan tetapi, saat ini banyak ko para ilmuwan kimia yang mengkaji struktur kimia menggunakan komputer. Dengan peralatan canggih ini, kita bisa tahu struktur mikroskopik dan sifat-sifat zat kimia, misalnya menganalaisis zat-zat beracun yang terkandung dalam tanah.

Penggolongan Materi Dalam Ilmu Kimia

Materi dan kimia tidak bisa dipisahkan begitu saja atau keduanya saling memiliki keterkaitan. Lalu apa sih sebenarnya materi itu? Materi merupakan "segala sesuatu yang menempati ruang dan memiliki massa". Sementara kimia adalah" ilmu yang mempelajari materi dan peruhannya".

Prinsif dasarnya, semua materi bisa kita golongkan ke dalam tiga wujud, yakni padat, cair, dan gas. Padatan itu adalah benda yang sifatnya kaku dengan bentuk yang pasti. Cairan juga kaku, tapi tidak sekaku padatan dan bersifat fluida, yakni bisa mengalir dan mengambil bentuk sesuai dengan wadahnya. Cairan juga seperti cairan yaitu bersifat fluida, akan tetapi bisa mengembang tanpa batas.

Nah, ketiga wujud materi di atas bisa berubuah wujud dari wujud yang satu ke wujud yang lainnya. Misalnya padatan akan meleleh dan menjadi cairan jika dipanaskan. Kemudian jika dipanaskan lebih lanjut akan mengubah cairan tersebut menjadi gas. Gas juga bisa kita ubah wujudnya menjadi cairan dengan cara pendinginan. Pendinginan lebih lanjut akan mengubah cairan menjadi padatan.

Selain berdasarkan wujudnya, materi juga digolongkan berdasarkan susunan dan sifatnya, yaitu zat, campuran, unsur, dan senyawa. 

Apa itu Zat?

Zat merupakan "materi yang memiliki susunan dan sifat tertentu atau tetap". Misalnya adalah air, etanol, garam dapur, dan karbon diokida. Zat satu dan zat lain tentu saja berbeda susunan dan sifatnya. Cara untuk mengidentifikasinya bisa dengan melihat penampilannya, baunya, rasanya, dan sifat-sifat lainnya. Zat itu berjumlah besar dan jumlah zat akan terus bertambah.

Apa itu Campuran?

Campuran merupakan "penggabungan dua atau lebih zat dimana dalam pengabungannya ini, zat-zat tersebut tetap mempertahankan identitasnya masing-masing". Contoh dari campuran adalah udara, kopi, susu, dan semen. Campuran itu tidak punya susunan yang tetap. 

Campuran juga digolongkan menjadi dua, yaitu campuran homogen dan heterogen. Contoh dari campuran homogen adalah campuran kopi. Ketika sesendok gula dilarutkan dalam air, setelah diaduk cukup lama, susunan dari campurannya di seluruh bagiannya akan sama. 

Contoh dari campuran homogen adalah campuran pasir dan serbuk besi. Butir pasir dan serbuk akan terlihat dan terpisah. Contoh lainnya adalah minyak yang dilarutkan dalam air, keduanya tidak akan menyatu.

Campuran homogen ataupun heterogen bisa dipisahkan kemblai dengan cara fisika menjadi komponen-komponen murninya tanpa mengubah mengubah masing-masing komponennya. Misalnya gula bisa kita dapatkan kembali dari larutannya dalam air dengan memanaskan larutan tersebut dan menguapkannya hingga kering. Kemudian diembunkan uap airnya sehingga bisa kita dapatkan kembali komponen airnya. 

Kita juga memisahkan campuran besi dan pasir dengan menggunakan magnet. Besi akan terpisah dari pasir karena tertarik oleh magnet. Setelah pemisahan, masing-masing komponen akan memiliki susunan dan sifat yang sama seperti semula.

Apa itu Unsur?

Suatu zat itu bisa berupa unsur atau senyawa. Unsur merupakan zat yang tidak bisa dipisahkan lagi menjadi zat-zat yang lebih sederhana dengan cara kimia. Unsur dilambangkan dengan abjad. Huruf pertama lambang unsur selalu besar, jika ada huruf kedua, ditulis huruf kecil.

Misalnya adalah Co yang merupakan lambang untuk unsur Cobalt. Co dan CO itu berbeda. Co adalah unsur, sedangkan CO merupakan senyawa yang tersusun dari unsur Carbon (C) dan Oksigen (O). 

Ada juga beberapa unsur yang diturunkan dari nama Latinnya, misalnya adalah Au dari Aurum (emas), Fe dari ferum (besi), dan Na dari natrium. 

Oksigen, silikon, alumunium, besi, dan kalsium merupakan unsur penyusun terbesar kerak bumi dengan presentasi 90%. Sementara itu, unsur oksigen merupakan unsur yang paling terbanyak dalam makhluk hidup.

Apa itu Senyawa?

Senyawa merupakan zat yang tersusun dari atom-atom dari dua unsur atau lebih yang terikat secara kimia dengan perbandingan yang tetap. Jadi, kebanyakan unsur berekaksi dengan unsur yang lainnya untuk membentuk senyawa.

Misalnya adalah hidrogen yang terbakar dalam gas oksigen membentuk air. Air ini merupakan senyawa yang sifat-sifatnya berbeda dengan sifat dari unsur-unsur pembentuknya. Air tersusun dari dua unsur hidrogen dan dua unsur oksigen dengan rumus kimianya H2O. Susunan komponen senyawa air tidak berubah dimanapun air itu berasal. Semua air entah itu dari danau, laut, sumur, sungai Nil, bongkahan es di planet, susunan komponennya tetap sama, yaitu 2 hidrogen dan 1 oksigen.

Campuran dan senyawa itu berbeda, dimana senyawa bisa dipisahkan masing-masing komponen penyusunnya dengan cara fisika, misalnya dengan cara dipanaskan. Sementara senyawa hanya bisa dipisahkan dengan cara kimia untuk menjadi unsur-unsur murninya.

Hubungan antara materi, zat, campuran, unsur dan senyawa bisa kita lihat pada diagram di bawah ini.


Sifat Fisika Dan Kimia Materi

Kita bisa mengidentifikasi suatu materi dengan cara mengetahui sifat-sifatnya dari susunannya. Kita bisa mengidentifikasinya dengan sifat fisika dan kimia.

Warna, titik leleh, titik didih, dan kerapatan merupana sifat-sifat fisika. Jadi, sifat fisika itu bisa diukur dan diamati TAnPA mengubah susunan atau identitas suatu zat.

Misalnya kita bisa mengukur titik leleh es dengan cara memanaskan es balok dan mencatat suhunya ketika esnya sudah berubah menjadi air. Air dan es itu hanya berbeda dari penampilannya saja, tapi dari susunannya sama saja. Sehingga perubahan es menjadi air itu merupakan perubahan fisika. Kita juga bisa membekukan air kembali untuk merubahnya menjadi es. Jadi, titik leleh itu merupakan sifat fisika.

Sebelumnya saya suda singgung bahwa 'gas hidrogen terbakar dalam gas oksigen menghasilkan air'. Pernyataan itu menggambarkan sifat kimia, dalam hal ini adalah sifat kimia hidrogen. Untuk mengetahui sifat ini, kita harus melakukan perubahan kimia, dalam hal ini melalui proses pembakaran.

Sesudah terjadi perubahan, zat-zat awalnya, yakni hidrogen dan oksigen akan hilang dan membentuk senyawa. Kita tidak bisa mendapatkan kembali hidrogen dan oksigen dari senyawa air dengan cara pemisahan fisika seperti pendidihan dan pembekuan.

Contoh lainnya dari sifat kimia adalah ketika kita merebus sebuah telur. Ketika kita merebus telur di dalam air bersuhu 100°C, maka putih dan kuning telur akan mengalami reaksi yang tidak hanya merubah sifat fisiknya, tapi juga kimianya. Ketika telur yang sudah direbus ini dimakan, maka telur itu akan diubah kembali dalam tubuh oleh enzim. Nah, pencernaan juga termasuk contoh perubahan kimia. Apapun yang terjadi selama proses ini tergantung pada sifat-sifat kimia enzim Dan makanan yang terlibat.

Semua sifat materi yang dapat diukur digolongkan menjadi dua, yakni sifat ekstensif dan sifat intensif. Nilai sifat ekstensif yang terukur tergantung dari seberapa banyak materi yang diukur. Masa, panjang, dan volume merupaka sifat ekstensif. Semakin banyak materi, maka semakin banyak masanya. Nilai sifat-sifat ekstensif yang sama bisa dijumlahkan.

Misalnya kita menggabubungkan dua keping uang logam, maka berat totalnya merupakan gabungan dari masing-masing uang logam tersebut.

Sementara itu, sifat intensif tidak bergantung pada jumlah materi yang dikur, misalnya adalah suhu. Berapapun jumlah materinya, nilai suhunya akan tetap sama. Misalnya kita memiliki dua gelas air yang suhunya sama. Jika Kita campurkan kedua air tersebut, maka suhunya akan tetap sama dengan suhunya ketika masih terpisah.

Berbeda dengan nilai ekstensif, nilai intensif tidak bisa dijumlahkan. Jadi, nilai intensif itu tidak memiliki sifat aditif. 

0 Response to "Penggolongan Materi Beserta Sifat Fisika Dan Kimia Materi - Kimia Itu Mudah"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel